Betul, itu hoax. Benturan antar planet terakhir di Bumi terjadi pada awal terbentuknya tata surya, ketika semua masih serba chaotic. Benturan proto Bumi yang masih cair panas dengan obyek sebesar Mars itulah yang melemparkan gumpalan besar ke angkasa dan kini menjadi Bulan. Kalo periode ulangan benturan ini kita hitung dengan persamaannya Near Earth Object Science Definition Team 2003, benturan yang sama akan terjadi lagi beberapa milyar tahun mendatang. Itu pun dengan syarat karakter orbit planet besar itu sama dengan orbit asteroid2 yang eksis saat ini, hal yang sulit dibayangkan mengingat planet2 pada umumnya berorbit stabil : memiliki inklinasi dan eksentrisitas kecil. Terkecuali Pluto dan 2003 UB 313, sang planet ke-10 itu. Namun status Pluto sudah menjadi debate of decades, karena di masa kini diketahui bahwa Pluto dan 2003 UB 313 hanyalah anggota terbesar dari milyaran asteroid transneptunik yang bergentayangan di Sabuk Kuiper, sama halnya dengan Ceres yang superior di kalangan anggota Sabuk Asteroid. Penetapan Pluto sebagai planet, diyakini banyak orang sebagai ” kesalahan sejarah ” warisan abad ke-20, namun rasanya International Astronomical Union belum mau ‘mengakui’ kesalahan ini.
Kalo soal mengiamatkan Bumi dengan benturan benda langit, itu sih tak perlu menunggu datangnya planet besar yang nyasar. Bila kita baca makalah bersama Owen B. Toon dkk (Owen B. Toon, Kevin Zahnle, David Morrison; 1995; Environmental Perturbations Caused by the Impact of Asteroids and Comets; NASA Ames Research Centre; prosiding Planetary Defense Workshop 1995 di Laboratorium Nasional Lawrence Livermore California), cukup dengan tumbukan komet/asteroid berdiameter 4 – 6,5 km, yang melepaskan energi 1 – 10 juta megaton TNT dan menghasilkan kawah besar berdiameter 80 – 130 km, Bumi sudah kiamat akibat berlangsungnya musim dingin nuklir disusul pemanasan global selama ribuan tahun. Selang waktu terjadinya tumbukan itu, menurut hitungan, tiap 150 juta tahun. Dan terakhir tumbukan itu terjadi pada 35 juta tahun silam, yang membentuk kawah Chesapeake Bay dan kini terkubur di bawah megapolitan New York. Jadi tenang saja, masih ada sisa waktu 115 juta tahun lagi untuk bersenang-senang, teorinya
.
Namun berdasar pendapat almarhum Carl Sagan, selang waktu kiamat itu sebenarnya jauh lebih pendek. Sagan telah lama mengemukakan hipotesis Shiva, tentang selang waktu tumbukan2 komet/asteroid besar dengan dampak global bagi Bumi tiap 35 juta tahun sekali, dengan error beberapa juta tahun. Contohnya, 65 juta tahun silam asteroid berdiameter 10 km jatuh di Teluk Meksiko, membentuk kawah raksasa (kawah Chicxulub) yang diameternya 200 km dan membuat 75 % populasi makhluk hidup musnah. Kejadian yang sama, dalam skala lebih kecil, terulang 35 juta tahun silam dengan terbentuknya kawah Chesapeake Bay (diameter 100 km) akibat tumbukan asteroid berdiameter 5 km. Maka, kalo Sagan bisa dipercaya, (seharusnya) tumbukan besar itu sudah terjadi kembali dekat2 masa sekarang ini.
Menarik sekali bahwa para astrogeolog sudah lama curiga bahwa tumbukan itu sudah terjadi pada 0,7 juta tahun lalu. Tempatnya belum diketahui pasti, namun yang jelas di kawasan Asia Tenggara, di Indocina. Jejaknya terlihat jelas dari sebaran mineral tektit (bekuan produk tumbukan) yang dinamakan tektit Austral-asia, yang terdistribusi dalam daerah sangat luas mulai dari New Zealand, Australia, Asia Tenggara, Madagaskar, Cina, hingga pedalaman Russia. Edward Chao – yang bersama almarhum Eugene M. Shoemaker dan Nicholas M. Short di tahun 1960-an memelopori studi perbandingan batuan di dasar kawah Meteor dan kawah2 produk ujicoba nuklir di gurun Nevada dan memastikan bahwa kawah Meteor diproduksi oleh aksi energi tinggi yang melepaskan tekanan superkuat, like nuclear explosion, jauh melebihi tekanan letusan gunung berapi, dan secara alami hanya bisa terjadi dalam tumbukan benda langit – bahkan menyamakan sebaran tektit Austral-asia ini dengan sebaran lapisan tipis lempung hitam yang terjepit di antara sedimen zaman Kapur dan Tersier, jejak dari tumbukan asteroid 65 juta tahun silam.Khusus di Indocina, tektit itu tidaklah kecil2 dan ringan, namun berat dengan struktur berlapis, disebut tektit Muong Nong. Model2 aerodinamika pembentukan tektit menunjukkan bahwa tektit Munong Nong tidak akan terlontar jauh dari sumbernya. Hal ini menarik sekali, karena salah satu satelit NASA – yang mengamati variasi tinggi muka air laut – di tahun 1988 mendeteksi adanya anomali di lepas pantai Vietnam, di perairan Laut Cina Selatan, pada koordinat kasar 13deg LU 110deg BT dan hanya berjarak beberapa puluh / ratus kilometer saja dari lokasi singkapan2 tektit Muong Nong. Anomali itu diterjemahkan sebagai adanya ” depresi bulat ” berdiameter 100-an km di dasar laut. Mungkin inilah kawah itu, hanya saja belum diselidiki lebih lanjut, dan akan sangat menarik jika kemudian dikaitkan dengan nasib Homo erectus, yang menurut para arkeolog pada saat itu sudah mulai tersebar di Asia tenggara
Apa Kata Al Quran
Sura Az-Zilzal (99)
- Apabila Bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat.
- Dan Bumi telah mengeluarkan beban-beban berat yang dikandungnya.
Surat Al-Qariah (101)
- Hari kiamat,
- Apakah hari kiamat itu?
- Dan tahukah kamu apa hari kiamat itu?
- Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan,
- Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan
Bismillaahirrahmanirahiim Menarik membahas tentang kiamat walau dalam Al Qur’an ditekankan bahwa pengetahuan kiamat hanya Allah yang tahu.
Sedang saya persiapkan artikel tentang kiamat, dari banyak ayat Al Qur’an dijelaskan dengan lugas bahwa kiamat bukan hancurnya alam semesta tetapi kiamat merupakan rangkaian peristiwanya.
Pada saat sangkakala pertama alam semesta hancur dan berikutnya secara berurutan alam dibangun kembali (qiyamah) menjadi bentuk baru. Pada saat qiyam inilah dihisab amal perbuatan manusia dan terjadi kepanikan seluruh manusia dari seluruh alam (termasuk dari bumi).
Di akhirat kelak masih ada matahari dan planet yang masing-masing merupakan tempat surga dan neraka. Mungkinkah pada waktu itu hanya ada matahari tunggal dengan planet tunggal yang ukurannya maha besar karena berkumpulnya semua materi alam?
im very2 scared in 2053 now! and im not see because i very2 scared